BUPATI ENDE DALAM ACARA TEMU WICARA

Jul 1, 2014 by

 

Pokok-Pokok Pikiran Bupati Ende

Pada Kegiatan Temu Wicara dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-dunia

Tingkat Kabupaten Ende Tahun 2014

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua,

 Puji dan syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa, karena atas segala anugerahNya maka kita dapat berkumpul di halaman kantor Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Ende dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kabupaten Ende tahun 2014. Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Indonesia diselenggarakan setiap tanggal 5 Juni, dan pada tahun 2014 mengambil tema “Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim”. Dan untuk kegiatan temu wicara kali nin kita mengambil tema : “Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim Demi Terwujudnya Masyarakat Desa/Kelurahan Yang Mandiri, Sejahtera, dan Berkeadilan”. Tema ini sangat relevan dengan Kabupaten Ende kita karena memiliki 3 pulau kecil yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni, serta memiliki panjang garis pantai ± 205,552 km dan menyumbang sekitar 6,9 % PDRB. Selain itu, memiliki potensi sumber daya alam baik yang di pesisir maupun yang berada dalam lau karena luas wilayah laut kita sekitar 1.522,876 km2.

Potensi yang besar dimaksud harus dikelola secara optimal bagi kemakmuran rakyat Kabupaten Ende dengan cara yang lestari, serta terus dilindungi dari kerusakan lingkungan yang menyebabkan penurunan potensinya. Salah satu penyebab kerusakan lingkungan yang perlu diantisipasi adalah perubahan iklim. Kabupaten Ende pun sangat rentan terhadap perubahan iklim. Namun, banyak orang yang acuh tak acuh bahkan tidak begitu paham mengenai arti dan dampak dari perubahan iklim itu sendiri. Perubahan iklim akibat pemanasan global memberi berbagai dampak terhadap kehidupan di muka bumi, kondisi ini ditandai dengan terjadinya perubahan pada indikator-indikator iklim seperti suhu permukaan, curah hujan, suhu permukaan laut, tinggi muka laut, serta kejadian iklim dan cuaca ekstrem. Perubahan-perubahan yang terjadi akan memberikan dampak pada bidang-bidang yang terkait dengan sistem pembangunan nasional maupun pembangunan di daerah ini.

Dalam mengatasi perubahan iklim, pemerintah telah menetapkan berbagai kebijakan nasional seperti penurunan emisi dari kondisi business as usual pada tahun 2020 sebesar 26 % dengan usaha sendiri dan 41 % dengan dukungan negara lain. Untuk itu dikembangkan berbagai kebijakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Kebijakan ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengatasi perubahan iklim. Hal ini pula menjadi perhatian Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Ende karena salah satu isu strategis dari Kementerian Lingkungan Hidup adalah Perubahan Iklim, dan seiring dengan UU Nomor: 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, yang merupakan nafas dari tupoksi BLHD Kabupaten Ende.

Bapak, Ibu, Saudara-saudari sekalian,

Kalau kita melihat perubahan pada indikator iklim maka kita dapat mengetahui dampak yang ditimbulkan, seperti misalnya kenaikan suhu permukaan akan mengakibatkan evapotranspirasi berlebihan pada tumbuhan, timbulnya kebakaran hutan, dan pengembangbiakan serangga lebih cepat dan luas. Di samping itu, adanya perubahan curah hujan akan memberikan dampak pada meningkatnya kejadian banjir dan longsor, kekeringan dan penurunan ketersediaan air. Dimana penurunan ketersediaan air akan mempengaruhi pasokan air untuk wilayah perkotaan dan pertanian.

Perubahan indikator iklim yang lainnya adalah kenaikan suhu dan tinggi muka laut. Dampak dari kenaikan suhu permukaan laut diantaranya adalah dapat merusak terumbu karang (coral bleaching) dan mengubah arus laut yang berakibat pada pola migrasi ikan di laut yang selanjutnya akan mempengaruhi mata pencaharian nelayan. Sedangkan kenaikan tinggi muka laut akan memberikan dampak pada meluasnya genangan air laut dan abrasi di wilayah pesisir serta peningkatan intrusi air laut ke daratan, yang pada akhirnya akan mengancam kehidupan di wilayah pesisir.

Selain itu, adanya perubahan indikator iklim berupa adanya peningkatan kejadian iklim dan cuaca ekstrim. Perubahan ini memiliki beragam dampak (banjir, kekeringan, kebakaran hutan, tanah longsor) yang spontan dan masif sehingga perlu diadaptasi dalam bentuk upaya pengelolaan penanggulangan bencana. Oleh karena itu, integrasi adaptasi perubahan iklim dengan pengurangan resiko bencana merupakan suatu tantangan baru untuk disinergikan pada sistem pembangunan nasional maupun pembangunan di daerah ini.

 

Bapak, Ibu, Saudara-saudari sekalian,

Berbagai dampak perubahan iklim jelas akan menurunkan kualitas lingkungan hidup yang selanjutnya akan mempengaruhi kualitas hidup manusia. Padahal, setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan (UUD 1945 pasal 28 H ayat 1). Sehingga, untuk menghadapi perubahan iklim global dan membangun ketahanan lingkungan, dibutuhkan kerja keras dan tindakan proaktif berbagai pihak baik pemerintah, kalangan dunia usaha, organisasi non pemerintah (NGO), perguruan tinggi dan masyarakat luas. Perwujudan kerja sama yang harmonis dan proporsional antara pemerintah, swasta dan masyarakat merupakan pilar penting dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pemerintah perlu mengeluarkan program yang pro lingkungan sementara pihak swasta perlu juga menyadari akan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan masyarakat diharapkan melakukan aksi-aksi ramah lingkungan hidup seperti memilah dan membuang sampah pada tempatnya, menanam dan memelihara pohon atau juga menggunakan energi secara bijak.

Jika tidak ada upaya meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim dan perbaikan kondisi lingkungan mulai dari sekarang, maka dampak yang ditimbulkan akibat adanya perubahan iklim ke depan akan semakin besar dan lebih lanjut akan berdampak pada sulitnya mencapai sistem pembangunan yang berkelanjutan (adanya kesetimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup). Sebagai manusia yang merupakan bagian dari alam, kita harus ikut berperan dalam upaya mengatasi perubahan iklim melalui upaya mitigasi (pengurangan) dan adaptasi (penyesuaian diri). Mitigasi bisa berupa gerakan cinta lingkungan dan budaya ramah lingkungan (green lifestyle) seperti pengelolaan sampah, bersepeda pancal, mengurangi penggunaan plastik, hemat energi, dan sebagainya. Sedangkan adaptasi dapat dilakukan dengan penataan lansekap lingkungan, penghijauan, menjaga daerah resapan, reuse, recycling, penggunaan energi terbarukan, dan sebagainya.

Untuk itu, pemerintah terus melakukan berbagai upaya membangun ketahanan lingkungan. Beberapa upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Ende, dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup Daerah, diantaranya :

  1. Melakukan kegiatan konservasi melalui penanaman di lahan kritis, daerah sempadan sungai, di pesisir dan penanaman di sumber mata air.
  2. Adipura, untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan kota yang bersih dan berwawasan lingkungan
  3. Pengembangan bank sampah, untuk mengajarkan masyarakat memilah sampah serta menumbuhkan kesadaran mengolah sampah secara bijak.
  4. Sosialisasi tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup baik kepada anak usia dini, para pelajar, maupun masyarakat umum.
  5. Melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada para pelaku usaha dan atau kegiatan yang memiliki dampak bagi lingkungan hidup.

Bapak, Ibu, Saudara saudara sekalian,

Berbagai upaya yang dilakukan selama ini tentunya belum mendapatkan kepuasan di mata masyarakat namun kita akan terus berjuang untuk perbaikan pelayanan. Sehingga sekalipun itu kecil tetapi kita sudah melakukan dan memberikan contoh tauladan bagi masyarakat. Momentum peringatan hari lingkungan hidup tahun 2014 ini diharapkan dapat menyatukan langkah kita bersama didalam menjaga dan melindungi wilayah pesisir dari segala dampak perubahan iklim demi terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera dan berkeadilan.

 

Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua

TTD
Bupati Ende
Ir. Marselinus Y. W. Petu

Related Posts

Tags

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>