Potret SMA Swasta SMAK Syuradikara

Mar 19, 2013 by

Sebagai Sekolah Peraih Adiwiyata Mandiri Tahun 2012

Rasa bahagia kepala sekolah SMAK Swasta Katolik Syuradikara Ende Pater Stefanus Sabon Aran, SVD, M.Pd.  Saat mendapatkan informasi dari tim verifikasi/ tim penilai sekolah adiwiyata Kementerian Negara Lingkungan Hidup bahwa SMAK Syuradikara berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri Nasional Tahun 2012. “Suatu pencapaian prestasi yang sangat cepat, karena Tahun 2010 lalu SMAK Syuradikara memperoleh Adiwiyata. Biasanya dari Adiwiyata sampai Adiwiyata Mandiri butuh waktu bertahun-tahun. Hanya dalam waktu 2 tahun Syuradikara naik menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri. Ini semua berkat kerja keras para guru tim Adiwiyata sekolah serta para siswa,” tegasnya.

Setelah mendapat adiwiyata mandiri, tugas Syuradikara semakin berat, karena harus menjadi pembina sekolah adiwiyata se Propinsi NTT. Minimal 10 sekolah harus didampingi untuk proses menuju sekolah adiwiyata.

Menurut Pater Stef ¨Kerja itu harus punya target, sehingga jelas terukur dan membuahkan hasil.

Berbagai program dan kegiatan telah dilakukan SMAK Syuradikara. Setelah memperoleh adiwiyata mandiri, Syuradikara mempunyai komitmen baru yaitu menggalakan Sampah Mandiri dan menerapkan Sistem Skor dalam setiap pelanggaran yang dilakukan. Para siswa harus membawa semua sampah seperti memasukkan sampah yang habis dipake kedalam saku dan tas sekolah masing-masing. Hal ini bertujuan menumbuhkan kesadaran yang tinggi kepada para siswa dan disiplin dimulai dari dirinya sendiri.

Cara lain yang dilakukan Pater untuk merubah perilaku para siswa agar timbul kesadaran adalah membuat aturan-aturan yang disepakati bersama seperti mencoba menerapkan sistem skor. Misalnya membuang sampah sembarangan dikenakan skor 25. Jika pelanggaran dilakukan berkali-kali atau total skor 100 maka akan dikenakan sanksi yang tegas.

Namun menurut Pater aturan-aturan tersebut tetap dibuat fleksibel. Karena yang dibutuhkan dalam merubah perilaku adalah pembiasaan bukan teori. Dalam pengawasan para guru dibantu oleh Osis. Siswa yang tergabung dalam Osis menjadi contoh dan motor penggerak bagi teman-temannya. Pater yang baru setahun lebih menjadi kepala sekolah SMAK Syuradikara menggantikan Pater Kanis yang pindah tugas.

Pater Kepala yang bersahaja dan humoris menyatakan bahwa semua tergantung pimpinan, dan Ia baru setahun lebih menjadi Kepala Sekolah. Untuk Kabupaten Ende, Pater mengharapkan adanya kerjasama dari semua Pemangku Kepentingan untuk menggerakkan masyarakat Kabupaten Ende menuju masyarakat yang peduli lingkungan.

Related Posts

Tags

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>