Pembukaan Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sampah Tahun 2014

Oct 17, 2014 by

       SAMBUTAN  BUPATI ENDE
PADA  ACARA PEMBUKAAN PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN AN ORGANIK
TAHUN 2014 YANG DIBACAKAN OLEH ASISTEN 2.

 

Yth. –  Komandan KODIM 1602 Ende
-     Komandan Kompi C Ende
-     Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Ende
-     Pimpinan PT. Pertamina (Persero) TBBM Ende
-     Pimpinan BUMN dan BUMD
-     Para Camat dan Lurah dalam kota Ende
-     Para Peserta Pelatihan

Singkatnya, bapak/ibu undangan dan hadirin yang saya hormati.

Segala puji dan syukur kita persembahkan  ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat dan kehendak-Nya, kita semua dapat hadir dalam suasana kebersamaan ini untuk mengikuti acara pembukaan Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik dan An Organik Tahun 2014.

 

Hadirin yang saya hormati,

Menangani sampah memang persoalan yang tidak mudah, semakin meningkatnya jumlah penduduk dibarengi semakin tingginya tingkat konsumsi tidak sebanding dengan ketersediaan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk menampungnya, sumber daya manusia SKPD yang menangani kebersihan, terbatasnya fasilitas pendukung pengelolaan sampah, serta konsep pengelolaan sampah yang masih konvensional, hingga sampai kepada masalah sosial yang ditimbulkan dari sampah (seperti bau yang menyengat, air limbah sampah yang mencemari sungai, terganggunya kesehatan, serta rendahnya keaktifan masyarakat untuk mematuhi ketentuan pembuangan sampah).

Pengelolaan sampah dalam UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah diartikan sebagai kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Salah satu pilar pelaksanaan tata kepemerintahan yang baik (good governance) adalah komitmen pada lingkungan hidup, yang berarti diperlukan penanganan pengelolaan sampah yang tetap berasaskan pada pelestarian lingkungan hidup, serta dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap lingkungan hidup diupayakan seminimal mungkin. Pemerintah daerah sebenarnya telah berupaya untuk melakukan pengelolaan sampah melalui instansi pelaksana di bidang kebersihan (Kantor Pertamanan dan Kebersihan), namun pengelolaan tersebut masih menggunakan cara-cara yang konvensional serta dilaksanakan tanpa melakukan integrasi pengelolaan yang komprehensif.

 

Hadirin yang saya hormati,

Di dalam governance terdapat tiga komponen atau pilar yang terlibat. Pertama, public governance yang merujuk pada lembaga pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai tata kepemerintahan yang baik di lembaga-lembaga pemerintahan. Kedua, corporate governance yang merujuk pada dunia usaha swasta, sehingga dapat diartikan sebagai tata kelola perusahaan yang baik. Ketiga, civil society atau masyarakat luas. Idealnya, hubungan antar ketiga komponen (lembaga kepemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat) di atas harus dalam posisi seimbang, sinergis dan saling mengawasi atau checks and balances. Jika dikaitkan dengan kepedulian terhadap lingkungan, maka ketiga komponen tersebut haruslah memiliki pola pikir yang sama terhadap pengelolaannya yang efektif. Pemerintah bersama segenap jajaran aparatnya haruslah menunjukkan contoh tauladan terhadap penanganan sampah dilingkungannya, dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kantor, mengupayakan penggunaan kertas/berkas/dokumen seoptimal mungkin (paperless), memberikan advokasi kepada seluruh aparatnya untuk berperilaku rapi dan bersih, serta memberikan penghargaan kepada instansi atau satuan kerja terbersih dan terapih. Tentunya sebagai komponen penting dalam kerangka good governance, peran swasta serta masyarakat umum perlu secara sinergi berjalan bersama dalam mewujudkan tata kelola sampah yang baik (good garbage management), proporsional, efektif, dan efisien.

 

Hadirin yang saya hormati,

Jalan keluar terhadap pengelolaan sampah yang baik dilakukan secara garis besar melalui pengelolaan sampah yang terorganisir dengan baik secara integratif mulai dari hulu hingga hilir termasuk kepada dampak yang mungkin timbul didalamnya, selanjutnya adalah mengoptimalkan peran penting sektor swasta dalam penanganan sampah yang salah satunya dapat dikembangkan melalui konsep kemitraan bersama, disamping hal tersebut juga perlu dibuatkan aturan hukum yang tegas menguraikan hak dan kewajiban seluruh komponen yang terlibat dalam pengelolaan sampah, dan mendorong peran serta masyarakat untuk berperilaku serta mensukseskan pengelolaan sampah yang lebih optimal.

 

Hadirin yang saya hormati,

Kegiatan pelatihan Pengelolaan Sampah Organik dan An Organik yang kita selenggarakan pada hari ini dan besok merupakan suatu bentuk kemitraan antara pemerintah daerah dan swasta/(BUMN (PT. Pertamina) dalam melakukan edukasi lingkungan di dalam pengelolaan sampah.  Dengan pelaksanaan pelatihan ini diharapkan para peserta pelatihan memiliki kesamaan pemahaman, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sehingga dapat diaplikasikan dalam rumah tangga, lingkungan sekitar dan masyarakat. Sehingga pengelolaan sampah akan terorganisir dengan baik secara integratif mulai dari hulu hingga hilir termasuk kepada dampak yang mungkin timbul didalamnya, disamping agar selalu didorong peran serta masyarakat untuk berperilaku serta mensukseskan pengelolaan sampah yang lebih optimal.

 

  Hadirin yang saya hormati,

             Demikian pokok-pokok pikiran yang dapat saya sampaikan dalam kegiatan pelatihan ini. Selamat bekerja kepada panitia dan selamat mengikuti kegiatan pelatihan bagi para peserta.

Sekian, dan terima kasih atas perhatian bersama. Semoga Tuhan senantiasa memberkati.

 

BUPATI  ENDE,

Ir. MARSELINUS Y. W. PETU

Related Posts

Tags

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>